Selasa, 24 Maret 2015

Cara Menghitung Komponen Elektronika

Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur
Ada dua kategori multimeter: 
  1. Multimeter digital (DMM)
  2. Multimeter analog
Masing Masing Multimeter dapat mengukur arus AC  maupun DC.


Pada penggunaan multimeter kita memerlukan probe atau lebih di kenal dengan kabel Multimeter.
Probe sendiri memiliki 2 probe, yakni:
  1. Probe merah : Untuk yang muatan positif.
  2. Probe hitam : Untuk yang muatan negatif.
Pada Kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana cara mengukur komponen elektronika (Resistor,Transistor,Dioda maupun Arus AC & DC)


  1. Resistor (Ω)
Resistor sendiri dapat dihitung menggunakan cara manual, dengan menghitung warna gelang yang tertera pada resistor tersebut, tabel warna gelang resistor dapat di cek disini
  • Multitester Digital
Pasangkan kabel probe sesuai dengan tempatnya, kabel hitam -> Negatif sedangkan kabel merah ->Positif,lalu ubah saklar selector kebagian ohm.
Dekatkan ujung probe ke dua sisi reistor, maka hasil akan muncul dilayar, hasil tersebut dikali dengan value di saklar selector
  • Multitester Analog
Pasangkan kabel, untuk memastikan dekatkan kedua probe agar jarum berada di titik normal.
Instruksi selanjutnya sama dengan pengukuran di multitester digital.
Jarum pada layar adalah hasil dan dikalian dengan saklar selector.
  1. Dioda
Untuk dioda sendiri setiap sisi berbeda kutubnya, sisi positif biasanya bergaris putih (Anoda) dan sisi lainnya negatif (Katoda)
  • Digital
Hubungkan kabel probe ke multitester sesuai dengan kutubnya. Dekatkan Kabel tersebut positif ke garis putih, negatif ke sisi lainnya. Hasil akan muncul dilayar dikalikan dengan saklar selector di multitester.
Dekatkan kabel probe ke arah dioda berlainan, jika terdapat hasil berbeda maka dioda tersebut rusak.

  • Analog
Pada analog tidak jauh beda dengan digital , di sini jarum skala akan menunjukan angka dan dikalikan dengan saklar selector.
Pengecekan jika dioda rusak juga harus dilakukan.
  1. Dioda
Pada transistor ada 3 kaki. Untuk pengetesan apakan transistor termasuk NPN atau PNP dengan melihat ketentuan yang ada, yaitu:
NPN
PNP
KONDISI
Basis(-)
Col(+)
Baik
Rusak
Gerak
Em(+)
Baik
Rusak
Gerak
Basis(+)
Col(-)
Rusak
Baik
Gerak
Em(-)
Rusak
Baik
Gerak
Atur Posisi saklar selector seperti biasa, Probe negatif pada kaki yang tengah(basis) jika bergerak maka sesuaikan dengan tabel. 
  1. Arus AC & DC(Baterai)
Pada Arus AC kutub positif dan negatif (bolak-balik sama) tetapi pada DC sudah tertera mana kutub positif dan mana kutub negatif
  • AC
- Pastikan yang diukur adalah tegangan AC ( Steker) 
- Putar Saklar Selektor ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari yang diukur, misal 220V maka dibutuhkan 250 ACV.
-Hubungkan kabel probe ke konduktor tersebut.
-Hasil akan tertera di display, dikalikan dengan harga di saklar selector
  • DC
- Pastikan yang diukur adlaah tegangan DC (Baterai)
-Putar saklar selector ke arah VDC dengan batas ukur yang tentunya lebih tinggi dari yang diukur. Misalkan tegangan yang dimiliki baterai 90 VDC maka dibutuhkan 100 VDC
-Hubungkan Probe ke masing masing kutub, kutub biasanya tertera di baterai tersebut. Tidak bisa bolak-balik.
-Hasil akan tertera di display, dikalikan dengan harga di saklar selector.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar