BAGAIMANA SISTEM OPERASI LINUX ?
Linux merupakan sistem operasi yang dikembang dari sebuah proyek hobi seorang mahasiswa dari Universitas Helsinki yang dimulai pada tahun 1991 (pengembangannya). Proyek ini dimulai pada saat Linus (mahasiswa Helsinki) yang menulis sebuah kernel untuk prosesor dengan arsitektur 32-bit. Kernel itu sendiri adalah inti dari sebuah sistem operasi.
BAGAIMANA STRUKTUR SISTEM OPERASI?
Sistem Operasi (SO) memiliki struktur yang terdiri dari Kernel (sebagai pengelola hardware yang kita gunakan, yang menjembtani antara aplikasi komputer dengan hardware.
Dalam tingkatan, kernel merupaka struktur SO paling luar dalam sudut pandang komputer. Strukturnya bisa seperti ini
Aplikasi (browser, musik player, dll)
Sistem Operasi (Kernel Modul, Kernel, System Library)
Hardware
Namun dalam sisi user, strukturnya :
Aplikasi
Shell
Kernel
Hardware
Suatu sistem operasi (terlepas dari tingkatannya), memiliki tebagi dalam tiga bagian, yaitu :
1. Kernel : inti dari suatu sistem operasi. Kernel menyediakan semua fungsi untuk menjalankan proses, juga menyediakan layanan sistem untuk ke perangkat keras.
2. System Library : kumpulan fungsi standar dimana aplikasi dapat berinteraksi dengan kernel.
3. System Utilities : Program yang bertugas mengatur semua program yang diperlukan.
Pada linux, ada beberapa komponen tambahan yang diadaptasi dari UNIX, yaitu :
1. Shell : fasilitas yang dapat memproses permintaan (request) kita kepada sistem
operasi. Biasanya interface yang digunakan tidak berbentuk GUI (Graphical User Interface).
2. Comman and Utilities : berbagai perintah dan fasilitas yang bisa digunakan
untuk keperluan sehari-hari dalam pengunaan komputer.
3. Files and Directories : Suatu cara yang digunakan UNIX untuk mengelola data menjadi sebuah file, dan mengelola file ke dalam suatu direktori. Direktori – direktori ini dikelola ke dalam struktur
pohon yang disebut dengan filesystem.
Yang perlu diketahui dalam penggunaan terminal / shell ini adalah :
1. Kita dapat melakukan proses seperti pada biasanya, perbedaannya hanya di Interfacenya.
2. Lokasi awal saat membuka Terminal adalah home user, yang diberi simbol “~”.
3. Setiap perintah (command/syntax), lokasi dan file bersifat case sensitive.
4. Untuk menyelesaikan penulisan nama file, gunakan tombol Tab.
5. Perintah-perintah yang bisa dijalankan tersimpan di folder /bin di computer.
Berikut adalah basic command LINUX :
- Membuat direktori
- Menampilkan isi direktori
ls –l : Memperlihatkan daftar file beserta atribute seperti pemilik, permission, ukuran dan tanggal modifikasi
ls –a : Memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi
ls –al : Gabungan perlintah –l dan –a
- Berpindah Direktori
cd atau cd~ : Pindah ke direktori Home
cd : Mundur ke direktori sebelumnya
- Menampilkan posisi kita
- Menyalin File
cp file /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file tertentu ke
cp -r folder /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi folder tertentu
cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file – file
cp nama* /path/ke/direktori/sesuatu → mengopi file – file yang
- Memindahkan File
mv “nama file lama.ehm” “nama filebaru.ehm”
- Menghapus File
rm -r folder : menghapus folder
rm -rf folder : menghapus folder secara paksa
- Mencari file dalam direktori
- Melihat isi file
cat nama_file.ehm
- Menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran file (dalam byte) suatu file.
Copyright Faisal Syaiful Anwar - http://cs.upi.edu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar